Warga Palestina Dianiaya Polisi Israel, Dubes Rusia Sindir Amerika dan Barat: Kok Tidak Histeris?

SULTON.ID – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Verobieva semakin yakin bahwa Amerika dan Barat (Eropa) memiliki standar ganda dalam melihat konflik kemanusiaan.

Menurut Lyudmila, respon mereka terhadap kebrutalan polisi Israel terhadap warga Palestina sangat kontras bila dibandingkan saat melihat situasi di Ukraina.

“Kami bisa melihat standar ganda di Barat bekerja. Serangan terbaru di Masjid Al-Aqsa, di mana reaksi histeris Barat? Di mana sanksinya?” kata Lyudmila seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (25/4/2022).

Tak hanya itu, Lyudmila menyampaikan bahwa Rusia sejak lama berhubungan baik dengan Palestina, dan turut berempati atas serangan Israel di kawasan Masjid Al-Aqsa beberapa waktu lalu.

“Kami telah mendukung Palestina sejak lama. Dan kami memiliki posisi yang sama terkait Palestina dengan Indonesia, bahwa isu yang tertunda ini harus diselesaikan berdasarkan solusi dua negara,” tuturnya.

Sebagaimana dilansir AFP, lebih dari 150 orang terluka dalam bentrok kepolisian Israel dan demonstran Palestina di Masjid Al Aqsa pada 15 April lalu.

Bulan Sabit Merah Palestina menuturkan, sebanyak 153 orang dirawat di rumah sakit dan puluhan lainnya ditindak di tempat.

Sementara itu, kepolisian Israel mengklaim setidak tiga petugas mereka terluka.

Kepolisian Israel juga menyampaikan, puluhan pria bermasker menyalakan kembang api di area masjid itu. Setelahnya, kerumunan orang melemparkan batu ke Tembok Barat, situs di area masjid yang dianggap paling suci untuk umat Yahudi.

Beberapa saksi mengatakan warga Palestina melemparkan batu ke kepolisian Israel. Pihak kepolisian meresponsnya dengan menembakkan peluru karet dan granat kejut.

Bentrok ini terjadi di saat hari suci Yahudi, Paskah, jatuh di bulan yang sama dengan perayaan umat Muslim, Ramadan.
Sementara itu, Rusia dijatuhkan sanksi ekonomi secara bertubi-tubi oleh negara Barat imbas menginvasi Ukraina sejak Februari lalu.

Related posts