Turki Tiba-tiba Serang Irak, Recep Tayyip Erdogan Buka Suara

SULTON.ID – Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan terjadi di sejumlah negara. Setelah Rusia-Ukraina, Israel-Palestina, kini giliran Turki dan Irak yang ikut memanas.

Memang cukup mengejutkan, karena Turki secara tiba-tiba melakukan serangan militer di wilayah Kurdi, Irak bagian Utara.

Meski demikian, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan akhirnya buka suara terkait serangan yang dilakukan negaranya tersebut.

Erdogan menyampaikan motif serangan tersebut adalah untuk memerangi terorisme dan mengamankan perbatasannya sendiri, bukan memperoleh wilayah baru.

“Tujuan Operasi Claw-Lock, yang dimulai pada Minggu malam, adalah untuk membersihkan tanah Irak dari teroris dan menjamin keamanan perbatasan kami,” kata Erdogan dalam pertemuan kelompok parlemen dari Partai AK yang berkuasa pada Rabu, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (22/4/2022).

Ia mengatakan wilayah Irak utara Metina, Zap, dan Avasin-Basyan, tempat operasi berlangsung, telah digunakan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK) untuk mempersiapkan serangan terhadap Turki.

PKK, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Ankara, telah memerangi pasukan Turki selama beberapa dekade, berjuang untuk otonomi yang lebih besar bagi penduduk Kurdi.

“Turki tidak mengklaim wilayah apa pun,” ujar Erdogan, seraya menambahkan bahwa pihaknya melakukan segala upaya untuk berkontribusi pada penguatan integritas teritorial dan kesatuan politik mereka sehingga tetangga Turki dapat hidup dalam keamanan dan perdamaian.

“Kami akan terus melakukannya. Kami bertindak dengan tujuan yang sama di Suriah seperti di Irak,” tegas Erdogan.

Pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Irak mengecam operasi oleh Ankara sebagai pelanggaran kedaulatan dan kesucian negara yang tidak membuat Turki terlihat seperti tetangga yang baik.

“Irak seharusnya tidak menjadi arena konflik dan penyelesaian masalah bagi pihak eksternal lainnya,” menurut Kementerian Luar Negeri Irak.

Kementerian Pertahanan Turki telah mengatakan sebelumnya bahwa serangan itu diperlukan untuk mencegah serangan skala besar di wilayah Turki yang sedang dipersiapkan oleh pasukan Kurdi.

Ini mengikuti operasi serupa seperti Claw-Tiger dan Claw-Eagle, yang dilakukan oleh Ankara di Irak utara pada tahun 2020 lalu.

Related posts