Sandiaga Uno Canangkan Bali Sebagai Destinasi Wisata Kesehatan, Digital Hospital: Kita Dukung Penuh

Menparekraf, Sandiaga Uno. (foto: instagram sandiaga uno)

SULTON.ID – Dalam rangka memulihkan kejayaan pariwisata Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno telah mencanangkan Bali sebagai destinasi wisata berbasis kesehatan (medical tourism).

“Kita mencanangkan wisata berbasis kesehatan. Ini sebagai upaya pilar menebar semangat di tengah pandemi, dan pasca-pandemi ini kita bisa jadi juara untuk mencetak pemenang,” kata Sandi sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Rabu (13/4/2022).

Sandi optimis, melalui kolaborasi multipihak, Bali dapat menjadi rujukan layanan medis dunia, bahkan melebihi Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Penang, dan Malaysia,

“Bali sebagai destinasi wisata berbasis kesehatan akan memiliki beragam kelebihan. Khususnya jika melibatkan desa wisata,” tutur Sandi.

Tidak hanya memberi ketenangan batin melalui indahnya alam selama menjalani pengobatan, desa wisata juga menyajikan beragam pengobatan tradisional khas Nusantara.

“Ini yang akan kita ubah mindset ini, Bangga buatan Indonesia artinya bangga berwisata medis di Indonesia,” jelas Sandi.

Dirinya pun berhrap healing tourism dapat melibatkan desa wisata dan ada pendekatan kekuatan pengobatan tradisional.

Untuk mewujudkan Bali sebagai destinasi wisata berbasis kesehatan, Sandi berharap adanya kolaborasi dari seluruh pihak, khususnya soal rencana pembangunan rumah sakit khusus berskala internasional di sana.

Menurut dia, hadirnya rumah sakit tersebut diyakini dapat menjadikan Bali sebagai destinasi wisata berbasis kesehatan yang secara langsung menyerap banyak tenaga kerja.

“Udayana Medical Tourism 2021 akan menjadi mitra kita dalam pembentukan ekosistem wisata medis,” imbuh Sandi.

Pihaknya juga akan merangkul, berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk memberikan insentif dan peluang-peluang lainnya.

Di tempat berbeda, CEO Digital Hospital, Dr. Putro S Muhammad menyambut baik pencanangan Bali sebagai destinasi kesehatan tersebut.

Kadis Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, bersama CEO Digital Hospital, Dr Putro S Muhammad, dan Founder Digital Hospital, M Hasan Gaido menandatangani prasasti Bali Destinasi Wisata Kesehatan Dunia.

Dr. Putro bahkan menengaskan bahwa Digital Hospital akan mendukung penuh dan siap bersinergi dengan pemerintah serta berbagai stakeholders lainnya dalam pengembangan wisata kesehatan Bali.

“Kami bersama Kepala Dinas Pariwisata Bali telah menandatangani prasasti Bali Destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia. Ini adalah komitmen kami. Tentu kami senang, karena ternyata Menparekraf Sandiaga Uno pun memiliki tujuan yang sama,” ungkap Dr. Putro.

Saat ini Digital Hospital juga telah membuka Branch Office Bali yang berlokasi di Jl Drupadi nomor 4, Seminyak, Denpasar, Bali.

Digital Hospital pun telah meluncurkan produk pariwisata kesehatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia.

Digital Hospital juga telah bersinergi dengan Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedwi) menyukseskan perhelatan SPINE20, sebagai bagian dari Presidensi G20 dan B20 Indonesia, yang akan dilaksanakan di Bali, pada 4-5 Agustus 2022.

SPINE20 merupakan event internasional tahunan yang mempertemukan para ahli tulang belakang dari seluruh dunia. Event ini digagas pertama kali di Helsinki, Finlandia pada 2019 dan digelar sebagai salah satu side event G20 pertama pada Presidensi G20 Saudi pada 2020.

Nantinya, hasil pertemuan para Ahli Tulang Belakang tersebut akan direkomendasikan sebagai bahan kebijakan negara-negara G20 dalam mengatasi persoalan penyakit tulang belakang, yang sudah mengancam 80 persen populasi dunia.

 

Related posts