KSP Moeldoko Ingatkan NII Semakin Dekat dengan Masyarakat, Sekarang Jauh Lebih Dahsyat

SULTON.ID – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

Moeldoko menegaskan bahwa gerakan NII tidak mati, namun justru sudah semakin dekat dengan masyarakat.

“Ternyata NII ini tidak mati dalam melanjutkan garis perjuangannya. Selalu tumbuh hidup untuk memertahankan tujuan ideologisnya yaitu menuju negara Islam Indonesia,” kata Moeldoko, dilansir dari Hops.id, Minggu (24/4/2022).

Lebih lanjut, Moeldoko menyatakan bahwa ternyata NII juga yang berada di belakang hampir seluruh gerakan-gerakan terorisme. Beberapa di antaranya seperti peristiwa bom Bali 2000, bom di Kedutaan Besar Amerika hingga bom buku pada 2011.

“Ternyata di balik itu semua ada latar belakang NII,” lanjutnya.

Mantan Panglima TNI tersebut kemudian menjelaskan bahwa gerakan NII masih berlanjut hingga saat ini. Menyikapi hal itu, Moeldoko menilai perlu adanya pengamatan terhadap perubahan strategi dan pola gerakannya.

Ia mengamati, bahwa dulu NII tampak lemah karena hanya menguasai daerah yang mudah untuk diduduki. Tetapi kini NII menggunakan strategi dengan cara mengambil hati serta pikiran.

“Ini jauh lebih dahsyat. Kenapa dahsyat? Kalau pergerakan senjata dia mudah dikenali, pelakunya mudah ditangkap dan mudah diselesaikan. Tapi begitu pergerakan itu melakukan pendekatan dengan perebutan hati dan pikiran, melalui baiat, melalui doktrin-doktrin itu cukup sulit untuk diatasi,” tegasnya.

Moeldoko lantas meminta seluruh pihak untuk berhati-hati dengan upaya doktrinisasi dari gerakan NII. Sebab, orang dengan latar belakang apapun dapat terpengaruh oleh upaya doktrinisasi NII.

“Mereka bergerak dengan cara menyembunyikan diri atau taqiyyah. Dia kamuflase agar tidak dikenali dari awal sehingga dia memiliki keleluasaan untuk memengaruhi orang lain. Hati-hati ada di tengah-tengah kita.” tukas Moeldoko

Perlu diketahui, bahwa NII merupakan sebuah gerakan ideologis yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 1947 di bawah kepemimpinan Kartosoewirjo. NII terus berkembang dan jaringannya meluas hingga ke luar Jawa.

Related posts