Kolaborasikan Pesantren, Hasan Gaido Bertekad Jadikan Leuwidamar Banten sebagai Desa Santri 2025

SULTON.ID – Selama libur lebaran 1443 H/2022 M, CEO sekaligus Founder Gaido Group melakukan safari ke sejumlah pondok pesantren di tanah kelahirannya, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Roadshow ke sejumlah pondok pesantren tersebut bukan tanpa alasan, Hasan Gaido mengaku memiliki mimpi menjadikan Leuwidamar sebagai desa santri pada tahun 2025 mendatang.

Menurut Hasan Gaido, yang juga merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten, untuk mewujudkan mimpi itu, dibutuhkan kolaborasi bersama, khususnya peran penting pondok pesantren.

“Ini adalah ikhtiar saya dan kita semua untuk menjadikan Leuwidamar sebagai desa santri. Kebetulan di sini ada cukup banyak pesantren, baik yang modern maupun salafiyyah. Tentu itu merupakan modal kuat kita membangun desa santri, tinggal bagaiman semua itu dikolaborasikan,” jelas Hasan Gaido usai berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Falah Rabani, di Kp Keusal, Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, Minggu (8/5/2022).

Di samping itu, Hasan Gaido juga bertekad membantu mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan pesantren lewat program budi daya Jawara Puyuh Banten.

“Budi daya puyuh adalah program menarik yang bisa dijalankan oleh setiap pesantren, bahkan yang skalanya kecil sekalipun. Karena dari sisi modal sangat terjangkau, dan dari sisi pengelolaanya juga mudah, tidak butuh banyak orang,” tukas Hasan Gaido.

“Kita sudah bangun sentral budi daya Jawara Puyuh Banten di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound di Serang, Banten. Konsep bisnis budi dayanya sudah ada dan matang, teknik pengelolaanya bisa diajarkan, tinggal jalan,” sambung Hasan Gaido.

Kehadirian Hasan Gaido di Ponpes Nurul Falah Rabani disambut gembira oleh pimpinan ponpes tersebut, Kiai Bahrudin.

Ia merasa senang bisa berdiskusi langsung dengan salah seorang tokoh penggerak ekonomi syariah di Indonesia tersebut.

“Saya sebagai kiai muda sangat bangga dan senang dibimbing oleh seorang tokoh Banten yang berpengaruh seperti Pak Hasan Gaido. Beliau memiliki wawasan yang luas, baik di skala nasional bahkan international,” ungkap Kiai Bahrudin.

“Semoga segala visi dan misi yang kita harapkan bisa tercapai. Kami pun siap sinergi dengan ponpes yang lain untuk menjadikan desa Leuwidamar sebagai desa santri 2025,” pungkas Kiai Bahrudin yang didampingi Tokoh Kampung Keusal, Ana Supriatna.

Roadshow ke Ponpes Nurul Falah Rabani sendiri merupakan akhir rangkaian silaturahmi Hasan Gaido selama libur lebaran ini, setelah sebelumnya berkunjung ke Ponpes Sulamul Futuh, Ponpes Sabilul Haq, dan Ponpes Sirojul Qori.

Ponpes Nurul Falah Rabani sendiri didirikan pada tahun 2008 dan dipimpin oleh seorang tokoh muda bernama Kiai Bahrudin.

Di pesantren ini pada santri diajarkan mengaji kitab kuning, mengkaji Alquran meliputi tajwid, makhrojul huruf, hafalan (tahfidz), qiroah, lalu diajarkan ilmu akhlak dan sebagainya.

Saat ini jumlah santri yang belajar di Ponpes Nurul Falah Rabbani berjumlah 50 orang, yang terdiri dari santri mukim (tinggal) sebanyak 20 orang, dan santri kalong sebanyak 30 orang.

Para santri-santri ini rata-rata berasal dari wilayah Lebak Banten, mulai dari Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Cimarga, Kecamatan Muncang dan Kecamatan Sobang.

Related posts