Makin Parah, Kualitas Udara di Jakarta Terburuk Sedunia

Polusi udara di Jakarta. (foto: getty image)

SULTON.ID – Kualitas udara di Jakarta tercatat menjadi yang terburuk di dunia pada pagi ini.
Catatan tersebut merujuk pada data kualitas udara (air quality index/AQI) dari situs IQAir.

Melalui situs IQAir, Senin (20/6/2022) pukul 07.11 WIB, data ranking kualitas udara DKI Jakarta berada di peringkat pertama dengan catatan AQI atau indeks kualitas udara di angka 192 atau tidak sehat.

“Konsentrasi PM2.5 di udara Jakarta saat ini 27 kali di atas nilai panduan kualitas udara tahunan WHO,” di kutip dari IQAir.com pada Senin, (20/6/2022).

Sebelumnya, BMKG melalui Plt Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko mengungkapkan beberapa hari terakhir tingkat polutan di Jakarta mengalami lonjakan. Kadar polutan berada pada level 148 µg/m3.

Urip Haryoko menambahkan, tingginya angka polutan membuat kualitas udara di Jakarta masuk kategori udara tidak sehat. Bahkan polutan tersebut dapat terlihat secara kasatmata.

“Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap,” kata Urip seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/6/2022).

Urip menyebut kualitas udara di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi. Sumber emisi itu berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, ataupun dari sumber regional dari kawasan industri.

Kemudian, emisi dalam waktu tertentu terakumulasi dan menyebabkan meningkatnya polutan di Jakarta. Selain itu, pergerakan angin membuat polutan bergeser dari sumber emisi ke lokasi lain.

“Pola angin lapisan permukaan memperlihatkan pergerakan massa udara dari arah timur dan timur laut yang menuju Jakarta, dan memberikan dampak terhadap akumulasi konsentrasi PM2.5 di wilayah ini,” jelas Urip.

Related posts