Jumlah Korban Jiwa Terus Bertambah, Erdogan Akui Turki Tak Siap Hadapi Gempa

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Getty Images)

SULTON.ID – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakui adanya kekurangan dari pemerintahannya usai diterpa gempa besar magnitudo (M) 7,8.

Dia menyebut Turki tidak siap menghadapi gempa yang sampai saat ini telah menewaskan belasan ribu orang tersebut.

Read More

“Tentu saja, ada kekurangan. Kondisinya jelas terlihat. Tidak mungkin siap menghadapi bencana seperti ini,” kata Erdogan seperti dilansir AFP, Rabu (8/2/2023).

Hal itu dikatakan Erdogan saat menanggapi tuduhan pemerintahannya gagal memasok penyelamat dalam jumlah yang cukup. Selain itu, Turki juga dikritik terkait bantuan untuk para korban gempa.

Seperti diketahui, korban jiwa akibat gempa Magnitudo (M) 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah hingga saat ini terus bertambah.

Dilansir kantor berita AFP, pada Kamis (9/2/2023), update terbaru total jumlah korban tewas akibat gempa di kedua negara mencapai 15.383 jiwa.

Sebelumnya, Pesiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sebanyak 13 juta dari 85 juta penduduk negara itu terkena dampak gempa (M) 7,8. Dia telah mengumumkan keadaan darurat di 10 provinsi.

Otoritas Turki mengatakan bahwa sekitar 380.000 orang mengungsi di tempat-tempat penampungan pemerintah atau hotel-hotel.

Ribuan bangunan roboh, rumah sakit dan sekolah hancur serta puluhan ribu orang terluka atau kehilangan tempat tinggal di beberapa kota Turki dan Suriah akibat gempa M 7,8. Gempa itu disebut paling mematikan di Turki sejak tahun 1999.

Related posts