Eratkan Persaudaraan, Begini Cara Keluarga Besar H. Dulgani Leuwidamar Banten Rayakan Momen Lebaran

SULTON.ID – Lebaran merupakan momen terbaik untuk mempererat hubungan tali persaudaraan, saling memberi maaf dan saling berbagi kasih terhadap sesama.

Momen itulah yang selalu berhasil dimanfaatkan oleh keluarga besar H. Dulgani Leuwidmar Banten. Setiap tahun, keluarga besar ini menggelar pertemuan silaturahmi dalam rangka mempererat hubungan.

“Alhamdulillah setelah dua tahun kita tidak bisa kumpul karena pandemi Covid-19, akhirnya tahun ini kita bisa kumpul bersama lagi, dari anak-anak H. Dulgani sampai cucu dan cicit beliau,” terang Saeful Rahman, salah satu anggota keluarga, di sela-sela pertemuan yang berlangsung Sabtu (7/5/2022).

Pertemuan keluarga besar H. Dulgani kali ini berlangsung di kediaman Jubaidah, anak dari Almarhum H. Suria, yang merupakan anak pertama dari H. Dulgani.

“Sebelum-sebelumnya kita selalu menggelar silaturahmi di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, namun tahun ini kita coba suasana baru di tempat yang lain. Alhamdulillah silaturahmi tetap berjalan dengan lancar dan menyenangkan,” tutur Saeful Rahman.

Uniknya, dalam kegiatan silaturahmi tersebut, setiap anggota keluarga diberi kesempatan berbicara, mengutarakan pendapat dan usulan mulai dari cara menjaga kerukunan keluarga, mengembangkan ekonomi, hingga membangun kualitas pendidikan generasi penerus H. Dulgani.

“Saya pribadi senang sekali bisa berkumpul dan bersilaturahmi seperti ini. Semoga kekompakan ini terus terjaga, dan kita diberi kesehatan agar bisa kumpul lagi tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya,” kata Sunarja, anak tertua darii Almarhum H. Suria.

“Saya usul agar Pondok Pesantren Sulamul Futuh segera diselesaikan legalitasnya. Dengan begitu, kita bisa sekolahkan anak-anak atau cucu kita ke pesantren kebanggaan Lewudamar ini,” kata Oji salah satu anggota keluarga lainnya.

Eaman Suherman, putra dari Al Marhumah Hj. Suhaeni juga turut memberikan usul terkait peningkatan ekonomi keluarga, khususnya untuk membantu keluarga yang masih hidup dalam kesulitan.

Hal senada juga disampaikan Hendra Kamajaya. putra dari Al Marhumah Anah yang mengusul kan agar dibuat arisan keluarga dan peningkatan program ekonomi pesantren.

Di sisi lain, Syaeful Rahman putra dari Almarhum Camat H. Sukandi memohon doa dan dukungan keluarga besar H. Dulgani. Ia mengaku berencana maju dalam pileg Kabupaten Lebak 2024.

“Saya akan mencoba membawa perubahan lewat jalur politik. Tentu doa dan dukungan keluarga sangat besar artinya. Semoga pertemuan ini menjadi berkah, dan menjadi saksi lahirnya kemajuan bagi keluarga besar kita, dan buat masyarakat Lebak,” tuturnya.

Kebahagiaan juga turut dirasakan oleh Robi, menantu dari Ibu HJ Arsinah. Ia menyebut, pertemuan itu menjadi wasilah penguat hubungan kekeluargaan, dan kelak akan mendatangkan manfaat yang besar.

“Ini menjadi hikmah yang sangat besar karena tadi nya tidak pada kenal, tapi dengan adanya silaturahim Idul Fitri ini kita jadi saling kenal dan bisa saling tukar pikiran. Kita juga bisa bikin program yang sangat bagus untuk saling dukung sesama saudara dalam bidang apapun,” paparnya.

Kegiatan silaturahmi ini pun diisi pula odengan acara kunci, yaitu diskusi tentang berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga keislaman yang diampuh oleh M Hasan Gaido.

Semua kelurga diberi kesempatan bertanya apapun, dan dijawab oleh Founder sekaligus CEO Gaido Group tersebut.

Acara silaturahmi keluarga besar H. Dulgani ini pun dilanjutkan dengan agenda makan siang babacakan, atau makan bersama menggunakan wadah daun pisang. Sebelum menyantap hidangan, KH. Suli Sulasna, menantu H. Dulgani sekaligus orang tertua di keluarga tersebut (90 tahun) memimpin pembacaan doa, agar makanan itu bisa membawa keberkahan.

“Babacakan merupakan simbol kebersamaan. Semua duduk sama rendah, tidak ada perbedaan status, semua sama, kita adalah anak, cucu dan cict H. Dulgani,” tukas Hasan Gaido.

Keluarga besar H. Dulgani pun sepakat, tahun ini akan menyelenggarakan Haul Almarhum H.Dulgani dan anggota keluarga besar lainnya yang sudah meninggal, dalam satu waktu dan satu tempat yang sama.

Haul akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Sulamul Futuh, Kampung Jati, Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Related posts