Dihantui Ancaman Krisis Pangan, PBB Sebut Situasi Dunia Saat Ini Terburuk Sejak Perang Dunia II

SULTON.ID – World Food Programme (WFP) atau Program Pangan Dunia pada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut bahwa dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan yang sangat serius.

Untuk menggambarkan ancaman krisis tersebut, Direktur Eksekutif WFP, David Beasley mengatakan, bahwa WFP terpaksa mengambil makanan dari pihak yang lapar untuk diberikan kepada pihak yang kelaparan.

“Umat manusia saat ini sedang berada pada situasi terburuk sejak perang dunia kedua,” kata Beasley di Forum Ekonomi Dunia yang diadakan di Davos, Swiss, beberapa hari lalu.

Menurut Beasley, ancaman krisis pangan juga diperburuk dengan meletusnya konflik antara Rusia dan Ukraina.

Sampai saat ini, pelabuhan Odessa di Ukraina, yang menjadi akses keluarnya pasokan pangan dari Ukraina tidak kunjung dibuka.

“Kita harus membuat ladang itu kembali beroperasi, kita harus membuat silo itu penuh lagi. Kegagalan untuk membuka pelabuhan adalah deklarasi perang terhadap ketahanan pangan global,” tandas Beasley.

Ia menyatakan, bahwa sejak menjabat sebagai Direktur Eksekutif WFP, ada 80 juta orang yang hampir kelaparan. Tepat sebelum Covid-19 mewabah, jumlahnya meningkat menjadi 135 juta.

Ketika pandemi datang, jumlahnya melonjak hingga 276 juta orang dan kini meningkat menjadi 325 juta.

“Sekarang inilah fakta yang paling mengejutkan, dari 276 atau 325 juta itu ada 49 juta yang mengetuk pintu kelaparan di 43 negara, dan itu adalah 43 negara yang harus sangat kita khawatirkan,” tuturnya.

Beasley menjelaskan bahwa jika negara-negara maju tidak mengatasi masalah di 43 negara yang dilanda krisis itu, maka akan mengakibatkan kelaparan, destabilisasi, dan migrasi massal.

Beasley mengatakan bahwa organisasi dan negara-negara donor perlu lebih cermat dengan bagaimana mereka pindah ke negara-negara yang perlu meningkatkan produktivitas.

“Setiap 1 persen peningkatan kelaparan itu artinya terjadi peningkatan 2 persen migrasi penduduk,” katanya, menutup sesi tentang krisis pangan global.

Related posts