CEO Digital Hospital: Bali Harus Jadi Destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia

CEO Digital Hospital, Dr. Putro S Muhammad.

SULTON.ID – CEO Digital Hospital, Dr. Putro S Muhammad berkomitmen menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata kesehatan dunia.

Dr. Putro menyampaikan, bahwa setiap tahun devisa negara tersedot sebesar Rp97 triliun karena masyarakat Indonesia memilih luar negeri untuk berwisata kesehatan.

“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Sekarang saatnya pariwisata kesehatan kita dikembangkan dan dimajukan. Kita mulai dari Bali sebagai pusat destinasi pariwisata kesehatan dunia, dan Digital Hospital akan menjadi motor penggeraknya,” tegas Dr. Putro, Sabtu (2/4/2022).

Sebagai bentuk keseriusan menjadikan Bali sebagai destinasi wisata kesehatan dunia, Digital Hospital telah membuka Branch Office Digital Hospital Bali, yang berlokasi di Jalan Drupadi Nomor 4, Seminyak, Denpasar, Bali, pada Kamis, (31/3/2022).

Bersamaan dengan pembukaan Branch Office Bali tersebut, Digital Hospital juga telah melaunching produk pariwisata kesehatan dunia.

Lebih lanjut, Dr. Putro mengungkapkan, bahwa Opening Branch Office Bali ini sekaligus menandai milad pertama Digital Hospital.

“Kami lahir saat dunia sedang mengalami krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itulah, Digital Hospital hadir membawa semangat transformasi untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan nasional berbasis digitalisasi,” tukas dr. Putro.

Bukan hanya itu, Digital Hospital juga cukup beruntung, karena di tahun pertama kelahirannya, Indonesia akan menjadi Tuan Rumah perhelatan akbar Presidensi G20.

“Kebetulan juga, dua dari tiga isu utama yang digaungkan Indonesia dalam Presidensi G20 sangat relevan dengan fokus Digital Hospital, yakni Arsitektur Kesehatan Global dan Transformasi Digital. Kami sepenuhnya mendukung dan siap mensukseskan Presidensi G20 Indonesia yang puncaknya akan dilangsungkan di Bali,” pungkas dr. Putro.

Turut hadir dalam acara Opening Branch Office Digital Hospital Bali, yakni Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung.

Selain itu hadir pula Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Pengurus Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (PERKEDWI) Bali, Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali, Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik & Regeneratif Indonesia (PERDAWERI) Bali, Pengurus Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Pengurus KOPITU, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali.

Related posts