Gelar Halal Bihalal, FSPP Banten Bahas Isu Ekonomi, Politik, Agama dan Kebangsaan

SULTON.ID – Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten menggelar kegiatan Halal Bihalal, pada Selasa (31/5/2022), di Sekretariat FSPP Banten, di Kota Serang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pertimbangan, Dewan Presidium, para Pengurus FSPP Banten, serta Pengurus FSPP Kabupaten/Kota se-Banten.

Dalam sambutannya, Ketua Presidium FSPP Banten, KH. Wawan Gunawan mengajak seluruh insan pesantren agar senantiasa mampu menjaga spirit dan nilai-nilai luhur yang telah dipetik pada bulan suci Ramdhan.

“Mari kita terus menjaga nilai dan modal yang telah kita himpunan sejak Ramadhan. Caranya adalah dengan menjaga lisan dari ujaran kebencian, hoax, dan tindakan yang menyebabkan hati sesama kita tergores. Halal bihalal ini diharapkan bisa menjadi penyejuk hati dan saling menguatkan, sehingga kita tidak termasuk orang yang bangkrut,” jelas KH. Wawan Gunawan.

Di samping itu, KH. Wawan Gunawan juga kembali mempertegas bahwa independensi dan inklusivitas FSPP wajib dijaga.

“Silaturahim dan pemberdayaan pesantren diutamakan. Semoga itu akan dapat merawat persatuan atas dasar persaudaraan se-iman, sebangsa, dan setanah air,” tuturnya.

Lebih lanjut, ada dua isu yang jadi perhatian dalam acara Halal Bihalal yang mengangkat tems Mengukir Literasi Wacana Politik Pesantren Progresif untuk Kemandirian Ekonomi tersebut.

Dua isu tersebut yaitu kemandirian ekonomi dan politik keumatan.

Dalam hal kemandirian ekonomi, dibahas kemitraan usaha dalam bidang produk halal. Mulai makanan halal, seperti distribusi daging ayam, dan minuman bergizi, seperti yogurt. Dibahas juga tindaklanjut budidaya Puyuh.

Gerakan ekonomi ini bukan hanya fukos pada profit, tapi juga manfaatnya dalam penanggulangan stunting.

Sedangkan dalam wacana politik keumatan, para Kyai menegaskan kembali visi kebangsaan Pondok Pesantren.

Sekretaris Jenderal FSPP Banten, Kiai Fadlullah menambahkan, bahwa pandangan umum kiai pimpinan pesantren adalah menerima pancasila sebagai objektivikasi Islam dalam bidang politik dan kenegaraan.

“Itulah yang menjadi identitas politik umat Islam, khusus masyarakat Pesantren di Indonesia,” ujarnya.

FSPP Banten menegaskan bahwa Pancasila adalah hasil ijtihad kolektif ulama dan cendekiawan Indonesia yang berisi intisari ajaran Islam dalam politik dan kenegaraan yang wajib dipedomani oleh Pemerintah dan seluruh warga negara.

Di tempat yang sama, KH. Sulaiman Effendi, Anggota Presidium FSPP Banten juga turut mengingatkan bahwa FSPP harus berdiri di atas semua golongan.

“Oleh karena itu, kiai pimpinan pesantren harus akomodatif dengan beragam aspirasi umat dan memperjuangkan aspirasi warga Pesantren melalui kanal politik yang tersedia. Pesantren harus inklusif dan progresif,” tukasnya.

Related posts