10 Tahun Terusir, Muslim Syiah Diterima Kembali di Sampang Setelah Kembali Anut Ajaran Sunni

SULTON.ID – Setelah lebih dari 10 tahun terusir dari tempat tinggal mereka dan bermukim di Pengungsian, kini para penganut Syiah Sampang, Madura akhirnya diterima kembali ke kampung halaman mereka.

Para pengugsi itu dikabarkan telah meninggalkan keyakinan Syiah mereka dan memutuskan untuk memeluk ajaran Ahlusunnah wal Jamaah atau Sunni.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Agama (Kemenag), pemulangan para pengungsi tersebut dilakukan secara bertahap. Di tahap pertama, ada 53 orang dengan 14 Kartu Keluarga (KK) yang dipulangkan.

“Mereka dijemput dan diantar untuk menempati rumah mereka sendiri yang sudah siap huni,” terang Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag, Wawan Djunaidi yang hadir dalam penjemputan tersebut, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang, Jumat (29/4/2022), di Rusunawa Puspa Agroo, Sidoarjo, Jawa Timur,.

Wawan Djunaidi menyampaikan, bahwa seluruh pengungsi Syiah Sampang sudah melakukan prosesi ikrar kembali memeluk Sunni pada November 2021, dan disaksikan oleh seluruh tokoh agama serta masyarakat Sampang.

“Info yang kami terima, ikrar tersebut dilakukan tanpa paksaan atau dengan suka rela,” ucap Wawan Djunaid.

Wawan Djunaidi menambahkan, Kemenag akan terus mendorong proses rekonsiliasi, tidak hanya berhenti pada proses penjemputan.

Pemerintah dan berbagai pihak, kata Wawan, harus bersama-sama mengawal proses koeksistensi warga yang dijemput dengan saudara mereka di kampung halaman. Sehingga, mereka dapat kembali hidup rukun, damai seperti semula.

“Upaya rekonsisiasi konflik sudah ditempuh dan sekarang waktunya mereka akan hidup damai di kampung halamannya,” jelas Wawan.

“Kedepan, berbagai proses pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi tugas penting yang harus dilaksakan oleh pemerintah dan berbagai unsur masyarakat,” sambungnya.

Di samping itu, Wawan Djunaidi menyebut, bahwa serangkaian upaya aktif telah dilakukan untuk segera mewujudkan perumahan bagi para pengungsi Sampang yang diperkirakan ada 82 KK.

“Salah satunya kita mendorong penyediaan perumahan ini melalui Kementerian PUPR,” tukas Wawan Djunaidi.

Related posts